Cara Menghitung Zakat Mal Yang Benar Beserta Contoh

Cara Menghitung Zakat Mal – Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Maka dari itu setiap umat Islam harus menunaikannya bila memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. Hanya saja ada yang bingung ketika ingin menunaikan zakat. 

Seperti yang diketahui, ada beberapa macam zakat dalam Islam. Salah satu di antaranya adalah zakat mal. Zakat mal adalah zakat hasil perniagaan atau usaha yang wajib dikeluarkan seorang muslim jika telah mencapai nisab dengan haul 1 tahun. 

Pada pembahasan kali ini akan kami bahas seputar cara menghitung zakat mal. Selain menyantumkan perhitungan zakat mal juga akan kami terangkan mengenai syarat zakat mal, nishab dan cara mengeluarkan zakatnya beserta contoh. Silakan simak artikel berikut. 

Syarat Wajib Mengeluarkan Zakat

zakat emas

Ada setidaknya 4 syarat seorang muslim wajib mengeluarkan zakat. Antara lain: 

Islam 

Artinya hanya kaum Muslimin saja yang wajib mengeluarkan zakat mal. Tidak ada keharusan bagi kaum non-muslim untuk mengeluarkannya. 

Merdeka 

Syarat zakat mal berikutnya adalah harus merdeka, bukan seorang hamba sahaya. Sebab hamba sahaya tidak mempunyai harta lantaran seluruh hartanya adalah harta majikan atau tuannya. 

Harta tersebut adalah miliknya sepenuhnya 

Harta yang hendak dizakatkan merupakan milik orang tersebut secara penuh dan dapat diambli manfaatnya secara penuh. Harta tersebut diperoleh melalui proses pemilikan yang dibenarkan dalam Islam, seperti usaha, pemberian negara atau orang lain, warisan dan cara-cara lain yang sah. 

Lebih dari kebutuhan pokok 

Maksudnya harta yang dimiliki melebihi kebutuhan minimal yang dibutuhkan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya untuk kelangsungan hidupnya. Contohnya kebutuhan primer, kebutuhan hidup minimum seperti belanja, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. 

Bebas dari hutang 

Orang yang mempunyai hutang lantas mengurangi nishab yang harus dibayarkan pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta yang dimiliki orang tersebut bebas dari zakat. 

Memiliki nishab 

Nishab di atas maksudnya adalah batas terendah yang telah ditetapkan oleh agama untuk menjadi pedoman dalam menentukan kewajiban mengeluarkan zakat. Orang yang mempunyai harta dan telah mencapai nishab atau lebih maka wajib mengeluarkan zakat.

Harta yang Wajib Zakat Mal 

cara menghitung nisab zakat mal

Ada banyak jenis harta yang perlu dizakatkan bila sudah nisab. Mulai dari emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian (padi) dan lain sebagainya. Berikut adalah harta yang wajib dizakatkan. 

Emas dan Perak 

Emas dan perak merupakan logam mulia yang juga sering dipakai sebagai perhiasan. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang berkembang. Maka dari itu diwajibkan zakat atas kedua harta tersebut. Zakatnya bisa berupa uang, leburan logam, ukiran, souvenir dan lain sebagainya. 

Yang termasuk kategori emas dan perak adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu. Dengan kata lain tabungan, deposito, cek, saham dan surat berharga lainnya termasuk dalam kategori emas dan perak. Termasuk juga rumah, tanah, kendaraan dan harta lainnya. 

Hasil Pertanian 

Hasil pertanian yang wajib dizakatkan meliputi tumbuh-tumbuhan dan tanaman bernilai ekonomis. Contohnya sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian, umbi-umbian, tanaman hias dan lain-lain. 

Binatang Ternak 

Hewan ternak juga masuk ke dalam harta yang wajib dizakatkan. Baik hewan besar seperti sapi, kerbau atau unta, hewan kecil seperti kambing dan domba maupun unggas seperti burung, ayam dan itik. 

Harta Perniagaan 

Artinya semua yang ditujukan untuk diperjual-belikan. Seperti pakaian, perhiasan, makanan, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya. 

Ma-din dan Kekayaan laut 

Ma’din atau hasil tambang merupakan benda yang terdapat dalam perut bumi dan mempunyai nilai ekonomis. Contohnya emas, perak, timah, tembaga, marmer, minyak bumi dan lain-lain. Sedangkan kekayaan laut merupakan segala sesuatu yang didapat dari laut. Seperti mutiara, ambar, marjan dan lain-lain.

Rikaz 

Artinya adalah harta terpendam atau harta karun. Juga termasuk harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya.

Syarat Nishab 

  1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi. Contohnya adalah pakaian, makanan, tempat tingal, kendaraan maupun alat yang dipakai untuk berdagang atau mencari penghasilan. 
  1. Harta yang dizakatkan telah mengendap selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab. 

Khusus poin kedua dikecualikan untuk zakat pertanian dan buah-buahan. Sebab zakat pertanian maupun buah-buahan dikeluarkan ketika panen. Termasuk juga zakat harta karun yang dikeluarkan saat menemukannya. 

Cara Menghitung Nisab Zakat Mal 

yang berhak menerima zakat mal

Ada banyak jenis harta yang perlu dizakatkan bila sudah nisab. Mulai dari emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian (padi) dan lain sebagainya. Sebelum membahas cara menghitung zakat mal, maka Anda harus mengetahui nisab dari harta yang Anda miliki. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. 

Nisab Emas 

Nisab emas ditentukan sebanyak 20 dinar Islam. Untuk diketahui, 1 dinar = 4,25 gram emas, maka 20 dinar = 85 gram emas murni. 

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% untuk dizakatkan. Apabila lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatan, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. 

Contoh, seseorang mempunyai 87 gram emas. Jika sudah mencapai haul, maka zakat mal yang perlu dikeluarkan orang tersebut adalah 2,5% x 87 gram = 2,175 gram emas. Juga bisa mengeluarkan uang seharga 2,175 gram emas. 

Nisab Perak 

Menurut aturan yang berlaku nisab perak sebesar 200 dirham atau setara dengan 595 gram. Jika sudah mencapai nisab atau bahkan melebihinya maka diambil 2,5% dari perak yang dimiliki dengan perhitungan yang sama seperti zakat emas. 

Nisab Binatang Ternak 

Syarat zakat hewan ternak sama saja dengan zakat di atas. Hanya saja ada satu syarat tambahan, yaitu binatang ternak tersebut lebih sering digembalkan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan. Berikut adalah besara nisab beberapa hewan ternak: 

Unta 

Nisab unta adalah sebesar 5 ekor. 

Sapi 

Untuk nisab sapi sebesar 30 ekor. Jika kurang dari nisab, maka tidak wajib untuk mengeluarkan zakat. Sedangkan perhitungan zakat khusus sapi adalah sebagai berikut: 

 

Jumlah SapiJumlah yang dikeluarkan
30-39 ekor 1 ekor tabi’ atau tabi’ah 
40-59 ekor 1 ekor musinah 
60 ekor 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah 
70 ekor 1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah 
80 ekor 2 ekor musinnah 
90 ekor 3 ekor tabi’ 
100 ekor 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah 

Catatan: 

  • Tabi’ atau tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang sudah berumur satu tahun. 
  • Musinnah adalah sapi betina yang sudah berusia 2 tahun 

pengertian zakat mal

Kambing 

Untuk nisab kambing adalah sebesar 40 ekor. Berikut adalah perhitungan zakat hewan ternak kambing: 

 

Jumlah Kambing Jumlah yang dikeluarkan 
40 ekor 1 ekor kambing 
120 ekor 2 ekor kambing 
201 – 300 ekor 3 ekor kambing 
> 300 ekor setiap 100, 1 ekor kambing 

Nisab Hasil Pertanian 

Jika Anda ingin mengetahui cara menghitung zakat mal untuk hasil pertanian, maka nisab-nya adalah sebesar 5 wasaq. Satu wasaq sama dengan 60 sha’, sementara 1 sha’ setara 2,175 kg atau 3 kg. 

Maka nisab zakat hasil pertanian adalah sebesar 900 kg. Masih ada ketentuan lain untuk perhitungan zakat mal ini. Jika hasil pertanian diperoleh dengan cara pengairan atau memakai alat penyiram tanaman maka zakatnya 1/20 (5%). Sedangkan bila hasil pertanian diperoleh dengan memanfaatkan air hujan, maka zakatnya 1/10 (10%). 

Contoh, Pak Tani berhasil memanen tanaman padi sebanyak 1000 kg dengan sistem pengairan alat penyiram tanaman. Maka zakat yang dikeluarkan adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Jika memanfaatkan tadah hujan, maka perhitungannya 1000 x 1/10 = 100 kg. 

Nisab Barang Dagangan 

Untuk zakat barang dagangan ada perselisihan pendapat. Bagi yang mewajibkannya, besaran nisab barang dagangan sama dengan nisab dan ukuran zakat emas. Ada beberapa syarat untuk mengeluarkan zakat perdagangan. Antara lain: 

  • Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya. 
  • Memilikinya dengan niat untuk perdagangan. 
  • Nilainya telah sampai nishab. 

Untuk menghitung nisab barang dagangan, caranya dengan menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga asli. Setelah itu digabung dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang. 

Contoh, seorang pedagang berhasil menjual barang dagangan senilai Rp 200.000.000 dengan laba Rp 50.000.000. Di sisi lain ia mempunyai hutang Rp 100.000.000. Cara menghitung nisab-nya adalah: 

Modal – Hutang = Rp 200.000.000 – Rp 100.000.000 = Rp 100.000.000 

Maka jumlah harta zakatnya = Rp 100.000.000 + Rp 50.000.000 = Rp 150.000.000 

Zakat yang harus dibayar = Rp 150.000.000 x 2,5% = Rp 3.750.000 

Nishab Harta Karun 

Jika di tengah perjalanan atau saat berada di mana saja menemukan harga karun, maka harus dizakatkan secara langsung tanpa mensyaratkan nisab dan haul. Sedangkan besaran zakat untuk harta karun adalah 1/5. 

Cara Menghitung Zakat Mal 

zakat penghasilan

Berikutnya mari kita bahas bagaimana cara menghitung zakat mal, baik zakat mal penghasilan maupun emas. Berikut adalah rumus perhitungan zakat mal. 

Zakat Mal = 2,5% x Jumlah Harga (yang tersimpan selama 1 tahun) 

Contoh 

Pak Kusno mempunyai tabungan sebesar Rp 100.000.000, deposito Rp 200.000.000, emas Rp 200.000.000 dan rumah kontrakan senilai Rp 500.000.000. Seluruh harga tersebut sudah dimiliki sejak satu tahun lalu. 

Pada saat itu harga 1 gram emas Rp 250.000. Maka nisab zakat mal-nya adalah 85 x Rp 250.000 = Rp 21.250.000. Lantaran harga Pak Kusno sudah melebihi nisab, maka ia wajib mengeluarkan zakat mal. Cara menghitungnya adalah. 

Rp 1.000.000.000 x 2,5% = Rp 25.000.000 

Perlu dicatat, ada perbedaan pendapat mengenai cara menghitung nisab. Yaitu apakah dilihat nisab selama setahun atau hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja. 

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” 

Pendapat di atas dinilai sebagai pendapat yang paling kuat. Contoh, nisab Anda telah tercapai pada bulan Januari. Sedangkan pada bulan Mei ternyata harta Anda berkurang dari ketentuan nisab. Maka terhapuslah perhitungan nisabnya. 

Lalu jika pada bulan Juni bertambah hingga mencapai nisab, maka dimulai kembali perhitungan pertama dari bulan tersebut. Begitu pula seterusnya hingga mencapai satu tahun sempurna, barulah dihitung zakat yang perlu dikeluarkan. 

Cara Menghitung Zakat Mal Penghasilan 

cara menghitung zakat mal emas

Terdapat perbedaan di antara para ulama mengenai besarnya zakat profesi yang harus dikeluarkan seseorang. Akan tetapi pendapat yang paling terkenal menyebutkan bahwa besaran zakat penghasilan profesi adalah 2,5% dari penghasilan yang didapat. 

Zakat penghasilan bulanan atau gaji dianalogikan dengan zakat pertanian yang dikeluarkan setiap panen. Maka dari itu jika seorang muslim memperoleh gaji atau penghasilan, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya langsung 2,5% pada saat menerima gaji. 

Cara Menghitung Zakat Mal Emas 

Sebelum masuk pembahasan cara menghitung zakat mal, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi. Berikut adalah 5 syarat wajib zakat emas: 

  • Orang yang memilikinya adalah seorang muslim 
  • Orang yang memilikinya merdeka dan bukan budak 
  • Emas, perak dan uang tersebut dimiliki dengan sempurna 
  • Jumlahnya telah mencapai nisab zakat 
  • Selama satu tahun penuh jumlahnya tidak berkurang dari nisab 

Seperti yang diterangkan di atas, nisab zakat emas adalah sebesar 85 gram emas murni. Jika seseorang mempunyai emas 85 gram aau lebih, ia belum wajib mengeluarkan zakat. Kecuali jika emas tersebut sudah dimiliki selama satu tahun dan tidak berkurang dari nisab (85 gram emas). 

Jika sudah mencapai haul, maka dia harus mengeluarkan zakat emas. Akan tetapi jika ingin mengeluarkannya sebelum mencapai satu tahun maka diperbolehkan. 

Ada pula yang berpendapat bahwa dalam perhitungan zakat emas, seluruh harga baik emas, perak, uang dan barang lainnya digabungkan seluruhnya. 

cara menghitung zakat mal penghasilan

Contoh, di akhir tahun seseorang mempunyai harta sebagai berikut: 

  • Emas 15 gram 
  • Uang tunai Rp 10 juta 
  • Uang Real sebesar 4000 Real 
  • Barang dagangan senilai Rp 15 juta 

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut: 

Pertama-tama seluruh harta tersebut dikonversi menjadi gram emas. Bila saat itu harga emas Rp 495 ribu per gram, maka perhitungan zakat mal orang tersebut adalah: 

Uang rupiah kita konversi ke emas = Rp 10 juta : Rp 495.000,00/gram = 20,2 gram 

Uang real kita konversi ke emas = 4000 real : 165 real/gram = 24,24 gram 

Barang dagangan = Rp 15 juta : Rp 495.000,00/gram = 30,3 gram 

Cara menghitung zakat mal selanjutnya adalah dengan menjumlahkan jumlah harta setelah dikonversi menjadi gram emas. 

Total harta = 15 + 20,2 + 24,24 + 30,3 gram = 89,74 gram 

Berdasarkan perhitungan di atas orang tersebut wajib mengeluarkan zakat mal. Alasannya harta yang dimiliki sudah melebihi nishab 85 gram emas. Lalu bagaimana cara menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan orang tersebut? 

Caranya mudah, zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5% dari harta tersebut. Maka orang tersebut dikenai zakat sebesar = 2,5 % x 89,74 gram = 2,2435 gram emas. 

Itu jika orang tersebut ingin membayar zakatnya dengan emas. Akan tetapi bila ingin membayarnya berupa uang tunai tinggal mengalikannya dengan harga emas pada saat itu. 

Cara menghitungnya = 2,2435 gram x Rp 495.000 = Rp 1.110.532 

Jadi uang tunai yang harus dikeluarkan orang tersebut untuk membayar zakat mal adalah sebesar Rp 1.110.532.

Menghitung Zakat Mal dengan Kalkulator

Jika Anda masih merasa kesulitan dengan menghitungnya secara manual, Anda bisa memanfaatkan kalkulator zakat online. Saat ini ada banyak lembaga ataupun perbankan yang menyediakan kalkulator zakat online untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui besaran zakat yang harus dikeluarkan.

Cara menghitung zakat mal dengan kalkulator sangatlah mudah. Anda hanya perlu terhubung dengan internet. Lalu kunjungi situs pencarian seperti Google, Bing, Yahoo dan lain-lain. Setelah itu ketikkan kata pencarian “kalkulator zakat”. Maka akan muncul banyak hasil atau situs yang menyediakan kalkulator penghitung zakat.

Anda hanya perlu memilih salah satu pilihan yang tersedia. Kemudian Anda akan dibawa masuk ke dalam tampilan situs tersebut. Langkah berikutnya Anda hanya perlu mengisi form atau isian yang tersedia pada kalkulator tersebut untuk mengetahui zakat yang harus dikeluarkan.

Yang Berhak Menerima Zakat Mal 

zakat mal adalah

Dalam Al Qur’an sudah ditentukan siapa saja yang berhak menerima zakat. Golongan orang penerima zakat dinyatakan dalam Surat At-Taubah ayat 60. Kedelapan orang yang berhak menerima zakat mal tersebut adalah: 

  • Fakir. orang yang hampir tidak mempunyai apa-apa dan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. 
  • Miskin yaitu : orang-orang yang mempunyai harta, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 
  • Amil yaitu : orang yang bertugas mengumpulkan zakat (pengurus zakat). 
  • Mu’allaf yaitu : orang yang baru masuk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya. 
  • Hamba sahaya yaitu : budak yang ingin memerdekakan dirinya. 
  • Gharimin yaitu: orang yang berhutang uang untuk keperluan halal dan tidak sanggup membayarnya. 
  • Fisabilillah yaitu : orang yang berjuang di jalan Allah, contohnya jihad dan berperang membela agama Islam. 
  • Ibnus sabil yaitu : orang  yang kehabisan biaya di tengah perjalanan (musafir). 

Zakat Mal dengan Dinar dan Dirham 

Mungkin Anda pernah mendengar koin dinar dan dirham. Akan tetapi sebagian mungkin belum paham apa itu dinar dan dirham. 

Perlu diketahui Dinar merupakan koin emas 22 karat atau sebesar 4,25 gram. Sedangkan Dirham merupakan koin perak murni dengan berat 2,975 gram. Kedua koin ini merupakan alat tukar yang sah menurut syariat Islam dan sunnah Rasul. 

Selain biasa dipakai untuk alat transaksi, dinar dan dirham juga bisa digunakan untuk zakat. Mengenai nishab-nya sudah kami terangkan di atas. Untuk nishab emas adalah 20 Dinar Islam, sedangkan nishab perak adalah 200 Dirham. 

Anda bisa membeli Dinar di beberapa tempat. Seperti beberapa Bank Syariah, toko emas maupun webiste marketplace atau toko online. Akan tetapi jangan lupa untuk jeli dalam membeli untuk mencegah Anda tertipu oleh penjual. 

Karena merupakan emas dan perak murni, maka harga Dinar dan Dirham cenderung naik dari tahun ke tahun. Maka dari itu banyak orang yang tertarik menyimpan hartanya dalam wujud Dirham atau Dirham. Lalu 1 Dinar berapa Rupiah dan 1 Dirham berapa Rupiah? 

Untuk 1 Dinar saat ini harganya mencapai sekitar Rp 2,3 jutaan. Sedangkan 1 Dirham setara dengan Rp 65 ribuan. Tentu saja harga ini bukan menjadi patokan selamanya. Sebab harganya bisa berubah sewaktu-waktu. Maka dari itu jika Anda ingin zakat mal dengan Dirham atau Dinar Anda perlu mengetahui kursnya pada saat itu. 

Itulah informasi seputar cara menghitung zakat mal yang bisa kami sampaikan. Telah kita ketahui apa yang dimaksud zakat mal, apa itu nishab, apa saja yang harus dizakatkan dan siapa saja yang berhak menerima zakat. 

Cara menghitung zakat mal penghasilan, emas dan harta benda lainnya tetap sama dan tidak berubah. Hanya saja khusus untuk emas dan perak besaran nisabnya bisa berubah. Alasannya harga emas dan perak di pasaran selalu berubah-ubah. Hal ini akan mempengaruhi cara menghitung nisab zakat mal untuk emas. 

Sekian dari kami, semoga wawasan cara menghitung zakat mal di atas bisa menambah pengetahuan Anda seputar zakat mal. Terima kasih.