Cara Menghitung Siklus Menstruasi Yang Benar

Cara Menghitung Siklus Menstruasi – Seorang perempuan yang sudah memasuki usia 11 tahun hingga 15 tahun akan memasuki fase yang disebut haid atau menstruasi. Semua wanita pasti pernah mengalaminya. Hanya saja siklusnya saya yang bisa berbeda-beda.

Siklus haid berkisar antara 21 hari sampai dengan 35 hari. Ada yang lebih cepat dan juga ada yang lebih lama dari patokan tersebut. Biasanya siklus menstruasi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu disebut dengan istilah siklus menstruasi tidak teratur. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Lalu bagaimana cara menghitung siklus menstruasi yang benar untuk mengetahui apakah seseorang mempunyai siklus menstruasi normal atau tidak? Kami akan jelaskan hal tersebut secara rinci. Sebelum masuk dalam pembahasan cara menghitung siklus haid, mari kita ketahui proses terjadinya menstruasi dan fase-fasenya.

Proses Menstruasi

 proses menstruasi

Ketika menjelang atau masuk proses menstruasi, lapisan dinding rahim akan menebal karena kerja hormon estrogen dan progesteron. Dalam istilah medis hal tersebut dinamakan lapisan endometrium.

Lapisan tersebut menebal lantaran tidak adanya proses pembuahan sel telur oleh sperma. Setelah itu dinding endometrium atau dinding rahim luruh. Luruhnya dinding ini terjadi bersamaan dengan pecahnya pembuluh darah yang ada di dalam rahim. Hal ini disebut dengan darah menstruasi.

Fase Utama Siklus Menstruasi

Dalam proses menstruasi, ada empat fase utama yang terjadi, yakni menstruasi, fase folikular, ovulasi dan fase luteal. Berikut kami jelaskan satu per satu.

Fase Menstruasi

Fase menstruasi atau pendarahan terjadi pada hari pertama menstruasi dan berlangsung hingga hari ke-5 dari siklus menstruasi. Akan tetapi fase ini juga bisa terjadi hingga hari ke-7 namun masih dianggap normal.

Peristiwa yang terjadi:

  • Turun drastisnya hormon progesteron.
  • Lapisan rahim luruh dan keluar dalam bentuk darah haid.
  • Darah keluar sekitar 10 ml hingga 80 ml.
  • Munculnya gejala kram perut lantaran kontraksi rahim dan otot-otot perut untuk mengeluarkan darah haid.

Selama fase menstruasi kondisi fisik berada dalam titik terendah dibanding fase lain. Oleh karenanya saat itu wanita cenderung lemas. Akan tetapi tidak disarankan untuk banyak tidur. Lebih baik lakukan gerakan ringan dan juga menjaga kebutuhan cairan maupun asupan makanan lantaran pada fase menstruasi wanita butuh banyak energi.

Baca Juga:   Cara Menghitung Masa Subur Wanita dan Pria

Fase Folikular

Dalam fase ini kelenjar pituitari (hipofisia) melepaskan hormon yang dinamakan Follicle Stimulating Hormone (FSH). Hormon ini merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi matang. Fase ini dimulai dari hari pertama haid dan berlangsung terus hingga hari ke-13 dari siklus menstruasi.

Peristiwa yang terjadi:

  • Kelenjar hipofisis pada otak mengeluarkan hormon FSH dan merangsang sel-sel telur dalam ovarium untuk tumbuh.
  • Salah satu sel telur mulai masak di dalam struktur yang disebut dengan nama folikel (kantung). Agar sel telur mencapai kematangan diperlukan waktu selama 13 hari.
  • Saat sel telur matang, folikel mengeluarkan hormon yang bertugas merangsang rahim untuk membentuk lapisan pembuluh darah dan jaringan lunak baru disebut endometrium. Proses menstruasi ini merupakan langkah untuk pemulihan dari fase menstruasi yang pertama.

Selama fase ini hormon estrogen dan testosteron mulai meningkat. Hal ini berdampak pada meningkatnya energi dan mood. Hormon testosteron merangsang libido sementara hormon estrogen membuat wanita lebih terbuka dan menekan nafsu makannya.

fase menstruasi

Fase Ovulasi

Ovulasi merupakan puncak dari fase menstruasi. Dalam fase ini otak melalui produksi hormon LH (Luteinizing Hormone) melepaskan sel telur yang sudah matang dari folikel di ovarium ke saluran tuba (tuba fallopi). Sel telur itu akan bertahan selam 12-24 jam.

Saat hal tersebut terjadi pada hari ke-14 dari siklus, silia fimbriae menyapu sel telur ke tuba falopi.Fimbriae merupakan struktur berbentuk seperti jari-jari yang berada di ujung tuba falopi, dekat dengan ovarium. Sementara silia merupakan rambut getar halus yang dapat menghantarkan sel telur menuju rahim.

Ketika fase ini terjadi, estrogen dan testosteron meningkat ke tingkat puncak sehingga meningkatkan efek dari fase folikular. Pada masa ini wanita merasa lebih percaya diri dan mempunyai gairah seks yang tinggi.

Fase Luteal

Fase ini merupakan fase terakhir yang terjadi pada hari ke-15 dan terus berlangsung hingga akhir siklus menstruasi. Dinamakan fase luteal lantaran pada fase menstruasi ini terbentuk korpus luteum pada ovarium yang merupakan bekas folikel setelah ditinggal sel telur. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron.

Peristiwa yang terjadi:

  • Sel telur dilepaskan selama fase ovulasi tetap di tuba falopi selama 24 jam.
  • Bila sel sperma tidak membuahi sel telur dalam waktu tersebut, sel telur akan pecah.
  • Hormon progesteron yang membuat rahim mempertahankan endometrium akan habis pada akhir siklus menstruasi. Hal tersebut menandakan dimulainya kembali fase siklus menstruasi selanjutnya.

Dalam fase luteal, hormon estrogen dan testosteron akan menurun dan digantikan dengan progesteron. Hormon ini disebut juga sebagai hormon anti kecemasan alami sehingga wanita berada pada suasana perasaan yang stabil.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi Normal

Cara Menghitung siklus menstruasi normal

Berikutnya mari kita bahas bagaimana cara menghitung siklus haid. Cara ini terbagi menjadi dua macam, yakni untuk siklus menstruasi normal dan menstruasi tidak teratur. Di bawah ini adalah bagaimana cara menghitung siklus haid teratur.

Tandai hari pertama periode terakhir

Pertama-tama gunakan kalender untuk menandai hari pertama pada pola menstruasi Anda. Perlu dicatat, tanda menstruasi yang paling utama dihitung saat Anda sudah mengeluarkan darah merah segar. Bukan ketika baru keputihan, bercak coklat atau munculnya PMS.

Hitung mundur hingga 28 hari

Seperti yang sudah diterangkan di atas, siklus menstruasi normal mempunyai jarak 21 hari sampai dengan 35 hari. Hal ini menandakan bahwa Anda subur dan tidak mempunyai masalah pada sistem reproduksi.

Untuk itu yang perlu dilakukan pertama adalah menghitung hingga 28 hari. Setelah itu perhatikan apakah pada tanggal tersebut Anda mengalami haid atau tidak. Hingga perhitungan 28 hari maka bisa dikatakan sebagai tanggal pertama menstruasi.

Memantau pada bulan berikutnya

Cara menghitung siklus menstruasi berikutnya adalah dengan mengulanginya pada siklus berikutnya. Apabila Anda mempunyai pola menstruasi yang teratur, maka bulan berikutnya juga akan tetap teratur.

Umumnya menstruasi bisa maju atau mundur dari hari perkiraan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti nutrisi, pola hidup atau penggunaan alat KB.

Perlu ditekankan, cara menghitung siklus menstruasi di atas adalah cara untuk mereka yang punya siklus haid normal. Cara menghitung siklus haid dengan kalender tidak dapat digunakan untuk wanita dengan siklus haid tidak teratur.

Baca Juga:   7 Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Benar

Cara Menghitung Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Cara Menghitung Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Untuk mengetahui apakah siklus haid Anda tidak teratur, maka Anda perlu melakukan perhitungan siklus haid selama minimal 3 siklus secara berturut-turut. Berikut adalah cara yang bisa Anda ikuti:

  • Siapkan kalender dan tandai hari pertama mulai menstruasi. Lakukan hingga setidaknya 3 bulan berturut-turut.
  • Hitung siklus haid dari hari pertama haid di bulan tersebut hingga haid pertama di bulan berikutnya.

Contoh:

Pada tanggal 8 April Raisa mulai haid hari pertama. Sedangkan bulan Mei haid pertama tanggal 8, bulan Juni tanggal 6 dan bulan Juli tanggal 15. Maka siklus haid Raisa:

  • Siklus menstruasi April-Mei = 30 hari (normal)
  • Siklus menstruasi Mei-Juni = 29 hari (normal)
  • Siklus haid Juni-Juli = 39 hari (tidak normal)

Dapat disimpulkan bahwa siklus haid Raisa mashi tergolong normal. Tidak perlu khawatir bila dalam 3 siklus haid ada salah satu yang tidak khawatir. Hal ini bisa dikarenakan ketidakseimbangan dan faktor-faktor lain yang akan kami jelaskan di bawah.

Apabila diketahui siklus haid tidak normal selama 3 siklus berturut-turut maka disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan juga bisa melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG untuk mengetahui penyebab pasti siklus haid tidak teratur.

Penyebab Haid Tidak Teratur

Penyebab Haid Tidak Teratur

Siklus haid wanita memang berbeda-beda. Akan tetapi ada pula wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Ada beberapa penyebab mengapa wanita mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Berikut adalah penyebab-penyebabnya:

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Stres
  • Kelelahan fisik
  • Pemakaian obat-obatan tertentu atau alat kontrasepsi
  • Gangguan indung telur
  • Gangguan makan
  • Olahraga yang berlebihan
  • Adanya tumor

Maka dari itu jika siklus haid tidak normal selama 3 siklus berturut-turut dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dengan demikian penyebab pasti siklus haid tidak teratur dapat diketahui.

Juga ada beberapa cara untuk mencegah siklus haid tidak normal. Yakni dengan melakukan manajemen stres, istirahat cukup dan yang tak kalah penting adalah makan makanan yang bernutrisi seimbang. Di samping itu disarankan untuk menjaga berat badan proporsional.

Manfaat Menghitung Siklus Haid

Setelah membahas cara menghitung siklus menstruasi, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa perlu menghitung siklus haid. Sebenarnya ada beberapa manfaat yang diperoleh dengan menghitung siklus haid, diantaranya:

  • Membantu mengetahui kondisi reproduksi
  • Mengetahui masa subur
  • KB alami
  • Melacak tanda kehamilan

Jika Anda ingin segera hamil dan mempunyai anak, maka menghitung siklus menstruasi merupakan langkah sederhana yang bisa Anda manfaatkan untuk mempercepat terwujudnya impian Anda tersebut.

Demikian pembahasan dari kami seputar cara menghitung siklus menstruasi. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda dan juga memberikan wawasan kepada Anda mengenai fase menstruasi, proses menstruasi dan siklus haid yang tidak normal.