Cara Menghitung IPK Beserta Rumus dan Contoh

Cara Menghitung IPK – Para mahasiswa tentu sudah tidak asing dengan yang namanya IPK. IPK merupakan singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif. Dalam bahasa Inggris IPK disebut Grade Point Average (GPA). IPK adalah salah satu hal terpenting dari kegiatan perkuliahan.

Lantaran begitu pentingnya banyak mahasiswa yang berupaya mengejar IPK tertinggi. Lalu apa sebenarnya IPK itu? Mengapa sangat penting dalam perkuliahan dan bagaimana cara menghitung nilai IPK?

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas cara menghitung IP dan nilai IPK akhir. Akan tetapi sebelumnya mari kita pelajari hal-hal yang berkaitan dengan IPK terlebih dahulu. Silakan simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Definisi IP (Indeks Prestasi)

cara menghitung ipkSebelum membahas definisi IPK mari kita ketahui pengertian IP atau Indeks Prestasi. IP merupakan sistem penilaian pada perguruan tinggi. Pada beberapa perguruan tinggi IP juga disebut dengan istilah Indeks Prestasi Semester (IPS).

IP merupakan nilai yang diperoleh seorang mahasiswa pada suatu semester. Bisa dikatakan IP merupakan rapor mahasiswa setiap semester.

Pengertian SKS (Satuan Kredit Semester)

Berbicara soal IPK tentu tidak lepas dengan yang namanya SKS. Sistem SKS mempersilakan mahasiswa untuk memilih sendiri mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Akan tetapi juga ada perguruan tinggi yang menentukan mata kuliah apa saja yang akan diambil mahasiswa dalam satu semester.

Umumnya beban SKS maksimum yang bisa diambil oleh mahasiswa adalah 24 SKS. Sedangkan 1 SKS sama dengan 1 jam pelajaran. Biasanya 1 jam pelajaran berlangsung selama 45 menit.

Sebagai gambaran, seorang mahasiswa mengambil mata kuliah Bahasa Inggris 2 SKS. Maka ia akan mengikuti mata kuliah tersebut selama 2 jam pelajaran atau 90 menit dalam satu minggu.

SKS digunakan untuk mengukur beberapa hal, antara lain:

  • Besarnya beban studi mahasiswa
  • Besarnya pengakuan atas keberhasilan mahasiswa dalam belajar
  • Besarnya usaha belajar yang diperlukan seorang mahasiswa untuk menuntaskan suatu program
  • Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.

Definisi IPK

definisi ipk

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan ukuran kemampuan mahasiswsa sampai periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang sudah ditempuh. Ukuran nilai itu dikalikan dengan nilai bobot mata kuliah lalu dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang diambil pada periode tersebut.

IPK terbilang penting karena mempengaruhi bagaimana nasib seorang mahasiswa di kampus. Tidak hanya itu, dalam beberapa kondisi IPK juga mempengaruhi kemudahan lulusan dalam mencari kerja. Maka dari itu mahasiswa berlomba-lomba untuk meraih IPK tertinggi.

Pengaruh Nilai IP dan IPK

Nilai IP digunakan untuk menentukan seberapa banyak SKS yang bisa diambil seorang mahasiswa pada semester berikutnya. Sementara untuk nilai IPK umumnya dipakai sebagai bahan acuan ketika masuk dalam dunia kerja. Ada perusahaan yang menetapkan nilai IPK minimun sebagai syarat untuk melamar pekerjaan.

Yang Mempengaruhi Nilai IPK

Seperti yang diketahui, semakin tinggi nilai IPK seorang mahasiswa maka prestasi mahasiswa tersebut bisa dikatakan semakin bagus. Nilai IPK ini diperoleh dari mutu nilai setiap mata kuliah. Akan tetapi nilai mata kuliah bukan hanya ditentukan berdasarkan nilai ujian seorang mahasiswa.

Seorang mahasiswa juga harus rajin mengikuti suatu mata kuliah agar bisa memperoleh nilai yang bagus. Akan tetapi biasanya masing-masing dosen pengajar mempunyai sistem penilaian yang berbeda. Biasanya pada saat perkuliahan awal semester dosen akan menjelasakn kepada mahasiswa mengenai sistem penilaian selama kuliah.

Aturan tersebut disepakati antara dosen dan mahasiswanya. Hal ini juga disebut dengan istilah kontrak kuliah. Sebagai gambaran, umumnya sistem penilaian yang digunakan oleh dosen adalah 10% dari kehadiran dan tugas, 30% dari hasil Ujian Tengah Semester dan 50% dari Ujian Akhir Semester.

CumLaude

cumlaude adalah

Anda yang pernah atau saat ini ada di bangku kuliah pastinya pernah mendengar kata Cum laude. Cumlaude adalah gelar kehormatan dalam bahasa Latin yang berarti “dengan kehormatan” atau “dengan pujian”

Gelar cum laude diberikan kepada sarjana atau pascasarjana yang berhasil memperoleh pencapaian akademik sangat baik. Gelar ini diberikan kepada lulusan yang meraih IPK antara 3,51 – 4,00.

Mendapat gelar cum laude merupakan impian banyak mahasiswa. Bukan tanpa alasan, banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk menerima kerja lulusan yang menyandang gelar cum laude. Di samping itu gelar ini juga bisa membanggakan orangtua dan juga memudahkan seseorang untuk meneruskan ke perguruan tinggi selanjutnya.

Syarat CumLaude

Setidaknya ada 3 syarat umum agar seorang mahasiswa bisa meraih predikat cum laude. Berikut adalah syarat-syarat cumlaude:

IPK cumlaude di atas 3,50 untuk standar IPK 4,00

Tidak ada mata kuliah yang diulang. Meskipun mahasiswa meraih IPK 3,8 jika ada mata kuliah yang diulang atau tidak lulus maka kesempatan untuk meraih cum laude menjadi sirna.

Lulus tepat waktu atau lebih cepat. Perlu diketahui, masa tempuh program Diploma mencapai 3 tahun atau 6 semester. Sementara program Sarjana ditempuh 4 tahun atau 8 semester. Jika bisa menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari ketentuan tersebut mahasiswa bisa memperoleh gelar cum laude.

Sistem Penilaian Perkuliahan

Sistem penilaian setiap mata kuliah umumnya merupakan hasil konversi. Sebagai contoh, jika pada sebuah mata kuliah Anda mendapat nilai 80 maka diubah menjadi A. Sementara nilai 75 dikonversi menjadi B. Berikut adalah batas standar nilai umum yang berlaku di perguruan tinggi Indonesia.

Rentang NilaiHuruf MutuAngka MutuPredikat
80-100A4Sangat Baik
68-79,99B3Baik
56-67,99C2Cukup
45-55,99D1Kurang
0-44,99
E0Gagal

Cara Menghitung IP

Sebelum membahas cara menghitung IPK akhir, mari kita bahas cara menghitung IPK semester. Nilai IP diperoleh dari hasil belajar per mata kuliah. Masing-masing mata kuliah akan mempunyai nilai akhir yang dilambangkan dengan huruf. Masing-masing huruf ini mempunyai nilai seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Nantinya nilai per mata kuliah itu dikalikan dengan jumlah SKS mata kuliah tersebut. Setelah itu dijumlahkan dengan semua mata kuliah dalam satu semester Barulah diperoleh nilai mutu dan setelah itu dibagi dengan jumlah SKS selama satu semester. Hasil akhir perhitungan inilah yang menjadi nilai IP. Sebagai gambaran silakan simak contoh berikut.

Contoh

Amir mengambil 4 mata kuliah pada semester pertama. Berikut adalah rincian mata kuliahnya:

Matematika (3 SKS)

Pengantar Manajemen (3 SKS)

Bahasa Indonesia (2 SKS)

Agama (2 SKS)

Dari daftar di atas diketahui bahwa total SKS Amir adalah 10 SKS. Kemudian pada akhir semester Kartu Hasil Studi (KHS) Amir keluar. Nilainya adalah sebagai berikut:

Matematika : B

Pengantar Manajemen : A-

Bahasa Indonesia : B

Agama : A

Untuk menghitung IP, kita perlu mencari angka mutu. Katakanlah angka mutu di Universitas tempat Amir kuliah adalah sebagai berikut:

A : (4,0)

A- : (3,7)

B+ : (3,3)

B : (3,0)

B- : (2,7)

C+ : (2,3)

C : (2,0)

D : (1,0)

E : (0,0)

Maka tinggal mengonversi huruf mutu pada mata kuliah Amir menjadi angka mutu. Berikut adalah cara menghitungnya.

Matematika : 3 SKS x 3,0 = 9,0

Pengantar Manajemen : 3 SKS x 3,7 = 11,1

Bahasa Inggris : 2 SKS x 3,0 = 6,0

Agama : 2 SKS x 4,0 = 8,0

Total angka mutu = 34,1

Setelah itu kita cari nilai IP Amir. Rumusnya IP = Total angka mutu : total SKS.

IP = 34,1 : 10 = 3,41

Dari cara menghitung IP di atas diperoleh bahwa nilai IP Amir pada semester pertama 3,41.

Cara Menghitung IPK Akhir

cara menghitung ipk akhir

Cara menghitung nilai IPK berkaitan dengan nilai IP. Maka dari itu sebelum menghitung IPK pastikan Anda sudah paham cara menghitung IP atau IPS di atas. Untuk menghitung IPK, yang perlu Anda lakukan adalah menghitung IP setiap semester. Setelah itu barulah menghitung nilai IPK. Simak alur dan contoh berikut supaya lebih jelas.

Menghitung IP Setiap Semester

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk mencari IP dihitung dengan mengalikan SKS mata kuliah dengan bobot nilainya. Setelah itu ditotal dan dibagi dengan total SKS yang ditempuh selama satu semester. Silakan simak contoh menghitung IP di atas supaya lebih jelas.

Menghitung IPK

Jika nilai IP seluruh semester sudah diketahui, barulah kita dapat mencari berapa IPK kita. Sebagai contoh, sekarang Bagus sudah masuk semester 5. Di bawah adalah rincian IP Bagus selama lima semester:

  • Semester I memperoleh IPS 3,30
  • Semester II memperoleh IPS 3,12
  • Semester III memperoleh IPS 3,16
  • Semester IV memperoleh IPS 3,20
  • Semester V memperoleh IPS 2,88

Untuk menghitung IPK, jumlahkan semua IP dari masing-masing semester lalu dibagi dengan jumlah semester. Silakan simak cara menghitung di bawah.

Total IP = 3,30 + 3,12 + 3,16 + 3,20 + 2,88 = 15,66.

IPK = 15,66 : 5 = 3,13

Maka IPK Bagus selama lima semester adalah 3,13.

Apakah IPK Penting?

Lulus kuliah dengan IPK tinggi bisa dikatakan merupakan keinginan setiap mahasiswa. Sebenarnya IPK memang penting. Nilai ini bisa digunakan sebagai gambaran hasil evaluasi dari akademik yang ditempuh selama perkuliahan. Dengan begitu kita bisa mengetahui sejauh mana kemampuan kita.

Di samping itu IPK sering kali menjadi salah satu syarat ketika hendak melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Mungkin Anda pernah menjumpai lowongan kerja yang mencantumkan nilai IPK minimum agar bisa melamar di perusahaan tersebut.

Akan tetapi IPK bukanlah segala-galanya. Nilai IPK tidak bisa menunjukkan identitas seseorang secara keseluruhan. Selain nilai akademik, ada hal-hal lain yang tak kalah penting. Seperti keterampilan, kemampuan berorganisasi dan berkomunikasi dan lain sebagainya.

Tidak perlu minder bila lulus dengan IPK rendah. Karena kesuksesan seseorang tidak dilihat dari seberapa tinggi IPK orang itu.

Itulah yang bisa kami sampaikan seputar cara menghitung IPK dan hal-hal yang berkaitan dengan IPK, seperti SKS, IP hingga cum laude. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda, terutama yang sedang mencari informasi seputar cara menghitung IPK semester.